Mawar de Jongh Tampilkan Warna Musik Berbeda Lewat Single Terbaru "KAN"

Setelah membangun perjalanan musik lewat single demi single sejak 2019, Mawar de Jongh membuka babak baru lewat "KAN", tiga huruf yang merangkum "sudah kubilang" atau "I told you so".

Jakarta, 21 Agustus 2026 - Digital Media Indo - Sejak memulai perjalanan musiknya pada 2019, Mawar de Jongh konsisten menghadirkan cerita melalui deretan single yang telah meraih puluhan juta streaming dan penayangan di berbagai platform digital. Setelah merilis "Tinggal" sebagai original soundtrack film Tinggal Meninggal yang dibintanginya pada Juni 2025, Mawar kini memasuki babak baru lewat "KAN", single terbaru dengan warna musik yang berbeda.

Judul "KAN" sendiri memiliki permainan makna yang sederhana namun kuat. Hanya terdiri dari tiga huruf, "KAN" dapat terdengar seperti bagian dari ungkapan "sudah kubilang" atau "I told you so". Bentuknya yang singkat justru membuatnya mudah dikenali sebagai semacam jargon yang mewakili keseluruhan cerita lagu.

Saat pertama kali mendengar lagu tersebut, Mawar langsung merasa terhubung dengan ceritanya. la teringat pada beberapa kisah orang di sekitarnya yang cukup relate dengan cerita dalam lagu. Dari sudut pandang Mawar, "KAN" merupakan suara hati seorang teman yang sering menjadi tempat curhat, tetapi sarannya tidak pernah benar-benar didengarkan. Ceritanya berangkat dari seseorang yang sedang patah hati, sementara sahabatnya sejak awal sudah mengingatkan bahwa ada banyak tanda yang menunjukkan pasangannya tidak baik.

Lagu ini diciptakan oleh Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, dan Mohammed Kamga. Konsep ceritanya berawal dari gagasan Iqbal yang membayangkan "KAN" sebagai lagu duet antara dua perempuan, dengan percakapan dua sahabat mengenai sebuah hubungan. Namun, ketika konsepnya berkembang menjadi lagu solo, cerita "KAN" kemudian terasa lebih personal, seperti suara hati seseorang yang sebenarnya sudah memiliki intuisi sejak awal, tetapi memilih mengabaikannya hingga akhirnya mengalami sendiri akibatnya.

"Intinya sinyal-sinyal di depan yang udah dikasih tahu sama temannya, tapi temannya masih melakukan karena jatuh cinta. Karena akhirnya jadi lagu solo, lebih pasnya diartikan kita ngomong ke diri kita sendiri, sama intuisi yang kita punya di awal terhadap suatu hubungan yang akhirnya kita kena batunya sendiri," jelas Iqbal Siregar.

Dari sisi vokal, proses produksi "KAN" juga diarahkan untuk menonjolkan kemampuan Mawar dalam menyampaikan cerita. Walau secara konsep aransemen dan mood akan sangat berbeda dari sebelumnya, menurut Iqbal, kekuatan utama Mawar terletak pada cara ia membuat pesan dalam sebuah lagu terasa natural tanpa perlu menggunakan teknik vokal yang berlebihan. "Walaupun konsep aransemen di lagu ini agak berbeda dari single-single Mawar sebelumnya. Tapi Mawar tuh paling bagus suaranya dalam hal menceritakan sesuatu. Jadi nggak perlu teknik yang aneh-aneh, dan pas denger mawar nyanyi pesan yang ingin disampaikan dapat dan feels real," kata Iqbal..

Bagi Mawar, eksplorasi tersebut membuat "KAN" terasa sebagai sesuatu yang fresh dalam perjalanan musiknya. "Single ini cukup berbeda secara konsep, aransemen, dan mood. Jadi 'KAN' menjadi sesuatu yang fresh juga dari aku di tahun ini. Senang sekali bisa membawakan sesuatu yang berbeda di tahun ini," ujar Mawar.

Cerita "KAN" kemudian diteruskan melalui video musik dengan konsep visual yang baru dan ceria. Eksplorasi tersebut hadir melalui look, warna, akting, serta pengambilan gambar. Untuk video musik kali ini, Mawar berkolaborasi dengan Bernadus Raka. "Seru banget karena sebuah konsep yang baru dan ceria secara look-nya, wamanya, acting-nya dan pengambilan gambarnya," ujar Mawar mengenai pengalaman membuat video musik "KAN".

Single terbaru Mawar De Jongh resmi dirilis telah dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 21 Agustus 2026. Musik Bersamaan dengan rilis single, Music Video pun bisa ditonton melalui kanal YT Trinity Optima Production. Lagu ini memperkenalkan cerita tentang intuisi, persahabatan, cinta, dan momen ketika seseorang akhirnya harus menghadapi sendiri hal yang sebelumnya sudah diperingatkan kepadanya.


Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reza Arap menandai babak baru perjalanannya dengan menyutradarai film layar lebar pertamanya, Harusnya Horror, yang tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

film “402: Rumah Sakit Angker Korea”, sebuah adaptasi resmi dari film horor Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum akan tayang 9 Juli 2026 di Bioskop

Film komedi horor persembahan Starvision dan Skak Studios, akan melanjutkan kisahnya dalam SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, dan tayang di Bioskop mulai 27 Mei 2026