Film “Gudang Merica” Ardhito Pramono, Arla Ailani, Fatih Unru, Zulfa Maharani, dan Benedictus Siregar, berkisah tentang teror misterius yang dialami empat mahasiswa koas di Rumah Sakit Harapan Ayah
Imam Darto dan Raam Punjabi Bocorkan Kejutan Film “Gudang Merica”, Ensemble Cast Disebut Tampil Gila dan Penuh Emosi
Jakarta 12 Mei 2026 - Digital Media Indo - Rumah produksi MVP Pictures dan Pabrik Cerita menggelar press screening dan konferensi pers film “Gudang Merica” pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan menghadirkan jajaran pemain utama hingga para produser yang terlibat langsung dalam pengembangan proyek tersebut. Acara berlangsung hangat dan penuh tawa, namun di balik suasana santai itu tersimpan pembicaraan serius mengenai kedalaman cerita film yang disebut memiliki kombinasi komedi absurd, drama keluarga, hingga sentuhan horor emosional yang kuat.
Deretan pemain yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Ardhito Pramono, Fatih Unru, Zulfa Maharani, Arla Ailani, Benidictus Siregar, Rizky Inggar, Melly Manuhutu, Hernawan Yoga Pratomo, Bonar Manalu, hingga Rizky Teguh. Sementara jajaran produser dan penulis skenario turut dihadiri Raam Punjabi, Warman Nasution, serta Sesa Nasution, bersama sutradara Imam Darto yang menjadi pusat perhatian sepanjang konferensi pers berlangsung.
Dalam pemaparannya, Imam Darto mengungkapkan bahwa karakter utama dalam film “Gudang Merica” dibangun dari kebohongan besar yang disimpan selama bertahun-tahun. Namun menurutnya, kebohongan tersebut bukan lahir dari niat jahat, melainkan bentuk “white lies” demi menjaga perasaan sang ibu. Konflik emosional itulah yang kemudian berkembang menjadi rangkaian drama tidak terduga di rumah sakit dan memicu dinamika cerita yang disebut akan membuat penonton tertawa sekaligus tersentuh.
Darto juga memuji totalitas para pemain yang menurutnya tampil jauh melampaui ekspektasi selama proses produksi berlangsung. Ia bahkan mengaku versi awal hasil editing film mencapai durasi hingga tiga jam karena banyak adegan improvisasi dan eksplorasi karakter yang dianggap sangat kuat secara emosional maupun komedi. Demi kebutuhan penayangan bioskop, sejumlah adegan akhirnya harus dipangkas meski dianggap memiliki kualitas penampilan yang sangat baik.
Menurut Darto, “Gudang Merica” tidak hanya menawarkan komedi absurd khas film-film garapannya, tetapi juga ingin menghadirkan kedalaman cerita mengenai persahabatan dan hubungan keluarga. Ia menegaskan bahwa unsur “gila” dan kekacauan lucu tetap menjadi DNA utama film, namun di saat bersamaan penonton juga diajak merasakan sisi emosional dari karakter-karakter seperti Razim, Adit, Tanti, hingga Rindu yang menjadi inti perjalanan cerita film tersebut.
Sementara itu, Raam Punjabi menyebut kerja sama bersama Imam Darto sebagai salah satu kolaborasi kreatif yang memberinya kejutan baru dalam industri perfilman Indonesia. Pendiri Multivision Plus tersebut mengaku puas setelah melihat hasil editing film dan menilai Darto berhasil menyatukan para pemain berbakat menjadi sebuah ensemble cast yang solid. Ia bahkan menyebut “Gudang Merica” mampu menghadirkan hiburan sekaligus rasa horor emosional yang membuat penonton ikut terbawa suasana sepanjang film berlangsung.
Raam Punjabi juga menegaskan bahwa kerja sama antara Imam Darto dan Multivision tidak akan berhenti pada proyek “Gudang Merica” saja. Ia memberi sinyal bahwa kolaborasi baru sudah dipersiapkan untuk memperkaya industri perfilman nasional. Dalam suasana konferensi pers yang penuh canda, Raam bahkan menyebut dirinya hanyalah fasilitator yang bertugas mengumpulkan tenaga kreatif terbaik di bawah arahan sutradara, sambil berharap film “Gudang Merica” mampu menjadi tontonan besar yang mendapat dukungan luas dari wartawan, penonton, dan pelaku industri film Indonesia.
Film Gudang Merica adalah film horor-komedi garapan sutradara dan penulis Imam Darto akan mulai tayang serentak di bioskop 21 Mei 2026.
***




Komentar
Posting Komentar