Aktris Prilly Latuconsina kembali menorehkan langkah baru di panggung internasional lewat keterlibatannya dalam film Holy Crowd, yang terpilih dalam program Next Step Studio di La Semaine de la Critique

Prilly Latuconsina Bawa "Pocong" ke Cannes Film Festival 2026 lewat Film Holy Crowd

 


Jakarta, 15 Mei 2026 - Digital Media Indo - Aktris Prilly Latuconsina kembali menorehkan langkah baru di panggung internasional lewat keterlibatannya dalam film Holy Crowd, yang terpilih dalam program Next Step Studio di La Semaine de la Critique, bagian dari rangkaian Cannes Film Festival.

Dalam film arahan M. Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam ini, Prilly memerankan Ratna, sosok perempuan yang bangkit kembali saat prosesi pemakamannya berlangsung. Namun alih-alih kembali sebagai manusia biasa, Ratna justru berubah menjadi pusat perhatian warga karena tubuhnya dipercaya mampu menghadirkan kesembuhan misterius. Sosok pocong yang lekat dengan kuitur Indonesia kemudian berkembang menjadi simbol kepercayaan, harapan, sekaligus eksploitasi sosial di tengah masyarakat.

Bagi Prilly Latuconsina, daya tarik utama Holy Crowd bukan hanya terletak pada elemen supernaturalnya, tetapi pada bagaimana film ini memotret perilaku manusia dan budaya masyarakat hari ini.



"Yang paling menarik buat aku justru bukan aspek horornya, tapi bagaimana perilaku manusia di sekitar Ratna terasa sangat realistis. Film ini bicara tentang perhatian publik, eksploitasi, dan bagaimana seseorang bisa tiba-tiba dijadikan simbol oleh masyarakat," ujar Prilly.

Menurutnya, karakter Ratna terasa sangat relevan dengan situasi sosial modern, terutama di era media sosial ketika seseorang dapat menjadi pusat perhatian publik dalam waktu singkat.

"Kadang masyarakat sebenarnya bukan peduli pada manusianya, tapi pada atensinya. Seseorang bisa dipuja, dibicarakan, lalu dilupakan dengan sangat cepat. Dan menurut aku, itu yang membuat cerita ini terasa sangat dekat dengan kondisi sosial kita hari ini," lanjutnya.

Keterlibatan Prilly dalam Holy Crowd juga menjadi bagian dari perjalanan artistiknya sebagai aktris yang kini semakin selektif memilih cerita dengan lapisan emosional dan isu sosial yang kuat.



Lewat Holy Crowd, Prilly Latuconsina tidak hanya membawa film Indonesia ke Cannes, tetapi juga membawa salah satu figur horor paling ikonik dalam kultur lokal, pocong, ke percakapan sinema internasional dengan pendekatan yang lebih manusiawi, satir, dan relevan dengan realitas sosial saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! melelang poster bertanda tangan seharga Rp22 juta untuk didonasikan ke korban banjir di Sumatra dan Aceh

Film komedi horor persembahan Starvision dan Skak Studios, akan melanjutkan kisahnya dalam SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, dan tayang di Bioskop mulai 27 Mei 2026

Yakin Nikah resmi memperkenalkan teaser trailer yang membuka lebih jauh perjalanan Niken (Enzy Storia) menempuh realita hubungan masa kini, yang penuh ujian dari keluarga dan ekspektasi sosial.