Ungu kembali merilis single religi terbaru berjudul “Pulang Pada-Mu”, sebuah lagu reflektif yang merekam perjalanan batin seorang hamba dalam menemukan jalan pulang kepada Allah SWT.

Menemani Bulan Ramadan, Ungu Persembahkan Single Religi “Pulang Pada-Mu”, Kerinduan Hamba Kepada Tuhan-Nya Di Tengah Hidup Yang Semakin Sibuk



Jakarta, 25 Februari 2026 — Menyambut bulan suci Ramadan, Ungu kembali merilis single religi terbaru berjudul “Pulang Pada-Mu”, sebuah lagu reflektif yang merekam perjalanan batin seorang hamba dalam menemukan jalan pulang kepada Allah SWT.



Diciptakan oleh Enda Ungu, “Pulang Pada-Mu” menggambarkan sebuah titik balik spiritual saat ego dikesampingkan dan hati berbicara dengan jujur memohon ampunan dan penerimaan dari Allah SWT. Lirik “Kini ku pulang pada-Mu” merupakan simbol bahwa jalan untuk kembali kepada-Nya akan selalu terbuka. Sejalan dengan kisah yang dialami Enda, lagu ini bukan sekadar doa, melainkan kesaksian personal tentang perjalanan taubat, harapan akan rahmat, dan kerinduan untuk kembali hidup dalam bimbingan-Nya. Dalam musik videonya, Enda pun turut hadir sebagai model di bagian cerita, memperkuat sisi personal dan emosional yang ingin disampaikan melalui lagu ini.

Enda menuturkan, “Lagu ini saya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan. Ketika keseharian saya hanya disibukkan dengan bekerja dan mengejar ambisi, saya justru merasakan kekosongan. Dari situ muncul pencarian terhadap Allah SWT, disertai rasa penyesalan dan keinginan untuk kembali kepada-Nya.”

Lebih dari sekadar karya musik, “Pulang Pada-Mu” mengangkat pesan tentang kepulangan seorang hamba kepada Allah SWT—sebuah pilihan untuk kembali setelah perjalanan hidup yang penuh distraksi dan kesalahan. Kata “pulang” dihadirkan sebagai simbol kembalinya hati, bukan sekadar perjalanan fisik. Dirilis satu minggu sebelum Ramadan, lagu ini diharapkan dapat menemani pendengarnya sepanjang bulan suci sebagai pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk kembali pada-Nya. Hal ini sejalan dengan nilai utama Ramadan sebagai bulan pengampunan dan perenungan diri.

Pasha, selaku vokalis Ungu mengatakan, “Kami berharap Pulang Pada-Mu bisa menjadi teman perjalanan spiritual selama bulan Ramadan. Lagu ini kami hadirkan sejalan dengan identitas Ungu yang sejak awal selalu menghadirkan karya-karya religi sebagai ruang refleksi dan pengingat bagi pendengarnya.”

Melalui lagu ini, Ungu kembali menegaskan identitas mereka sebagai band yang konsisten menghadirkan karya-karya religi yang dekat dengan kehidupan pendengarnya di lintas generasi.


Single “Pulang Pada-Mu” telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 13 Februari 2026. Lagu yang akan menjadi pengiring spiritual di bulan Ramadan. Musik video “Pulang Pada-Mu” juga akan segera dirilis. Pantau terus media sosial Trinity Optima Production dan Ungu @ungu_band




***


Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi “Nurturing STARS to Inspire Happiness”, TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Ungu, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! melelang poster bertanda tangan seharga Rp22 juta untuk didonasikan ke korban banjir di Sumatra dan Aceh

Yakin Nikah resmi memperkenalkan teaser trailer yang membuka lebih jauh perjalanan Niken (Enzy Storia) menempuh realita hubungan masa kini, yang penuh ujian dari keluarga dan ekspektasi sosial.

Teaser Poster film terbaru Adhya Pictures, Yakin Nikah, sebuah kisah romance gemes yang hangat, ringan, tapi sarat makna. Untuk mengikuti perjalanan kisah cinta Niken yang dihadapkan pada pilihan menikah demi tradisi atau demi cinta, dan siapakah yang benar-benar layak jadi teman hidup seumur hidupnya