POCONG MERAH: DEBUT HOROR DARI CHECKLIST CINEMA SIAP TAKLUKKAN BIOSKOP NASIONAL
TEROR BARU MENGGUNCANG AWAL TAHUN: POCONG MERAH SIAP HADIR DI 100 LAYAR BIOSKOP JANUARI 2025
Checklist Cinema secara resmi mengumumkan kesiapan film horor andalannya, POCONG MERAH, untuk meneror penonton Indonesia. Film yang menjanjikan pengalaman horor intens ini dijadwalkan tayang serentak di lebih dari 100 bioskop mulai Januari 2025.
POCONG MERAH: DEBUT HOROR DARI CHECKLIST CINEMA SIAP TAKLUKKAN BIOSKOP NASIONAL
Menggebrak awal tahun, Checklist Cinema meluncurkan film horor perdananya, POCONG MERAH. Karya yang diklaim akan menghadirkan teror Pocong paling ganas ini telah mengunci jadwal rilis nasional pada Januari 2025, dengan target penetrasi yang ambisius di 100 layar bioskop seluruh Indonesia. Film ini diprediksi menjadi pembuka box office horor tahun depan.
Sekilas Cerita Mencekam
Pocong Merah" menceritakan kisah tragis Katiyem, seorang dukun santet sakti yang dibunuh secara sadis setelah difitnah oleh Ki Japra. Salah satu anaknya yang menyaksikan pembunuhan tersebut, menuntut balas dengan mempelajari kitab terlarang dan berhasil membangkitkan Katiyem menjadi pocong merah—sosok horor baru yang siap menjadi ikon horor Indonesia. Teror pocong merah ini menghantui keluarga Nadia yang baru pindah ke desa tersebut.
Cerita: Dari Fitnah Santet Menjadi Kutukan Abadi
Film ini bermula dari tragedi Katiyem, seorang dukun sakti di desa Kaliboyong, yang difitnah dan dibunuh secara brutal di depan mata anak-anaknya. Tak terima dengan kematian ibunya yang sadis, salah satu anak Katiyem melakukan perjanjian gelap dengan iblis "Azzazzil" untuk membangkitkan arwah sang ibu dalam wujud yang paling mengerikan: Pocong Merah.
Beberapa tahun kemudian, sebuah keluarga modern—Nadia, Nala, dan orang tua mereka—pindah ke desa tersebut. Mereka tanpa sadar memasuki sarang dendam abadi. Ketika ibu Nadia, Arum, mulai diganggu penampakan bayangan dan menemukan potongan tubuh, teror yang sebenarnya dimulai.
Kutukan itu semakin dekat saat Nala, adik Nadia, yang memiliki "darah cocok" untuk membangkitkan Pocong Merah, mulai mengalami kesurupan dan menghilang. Nadia dan Joko harus berpacu dengan waktu untuk mencari Nala sambil menghadapi teror. Mereka pun terseret dalam pertarungan melawan rencana jahat Aryo (kakak Joko) yang berniat membangkitkan Pocong Merah untuk hidup kembali.
SEJARAH ASLI POCONG MERAH DESA KALIBOYONG
Kisah Asal Usul Pocong Merah (Urban Legend Kali Boyong)
1. Sosok Dukun Ilmu Hitam: Kisah ini berpusat pada seorang dukun ilmu hitam yang sangat ditakuti dan dianggap meresahkan warga desa. Beberapa sumber menyebut dukun ini bernama Katiyem (sesuai narasi film) atau hanya disebut sebagai seorang dukun sakti di sekitar hulu Kali Boyong (aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi).
2. Pembunuhan Sadis: Karena perbuatannya yang meresahkan, dukun tersebut akhirnya dibunuh secara brutal oleh warga. Dalam banyak versi, pembunuhan ini dilakukan dengan cara yang sangat keji, yaitu dimutilasi.
3. Kain Kafan Berlumuran Darah: Setelah dibunuh, jenazah yang dimutilasi itu tetap dibungkus dan diikat sebagai pocong untuk dikuburkan di sekitar hutan pinus tepi Kali Boyong. Karena kematiannya yang disertai mutilasi, jenazah tersebut mengeluarkan banyak darah hingga membuat kain kafan yang membungkusnya menjadi basah dan berwarna merah.
4. Arwah Paling Ganas: Karena kematiannya yang tidak wajar dan akibat ilmu hitam yang dimilikinya, arwah dukun ini bergentayangan dalam wujud Pocong Merah. Pocong Merah diyakini sebagai jenis pocong yang paling ganas, penuh dendam, dan memiliki energi gaib yang sangat kuat. Bahkan, konon, Pocong Merah ini adalah pemimpin dari ribuan pocong lain yang berkoloni di sepanjang Kali Boyong, dan sering kali memberi teror langsung kepada warga yang melintas.
ADINDA HALONA: Sang Penyelamat 'Nadia' di Tengah Teror Abadi 'POCONG MERAH'
Adinda Halona didapuk sebagai Nadia, karakter sentral yang menjadi pusat perlawanan terhadap teror supernatural di film "POCONG MERAH".
Nadia adalah sosok kakak yang tegar dan bertanggung jawab, yang hidupnya berubah drastis setelah keluarganya pindah ke Desa Kaliboyong, sarang dendam Pocong Merah—roh dukun santet Katiyem.
Peran Kunci: Harapan Terakhir Melawan Gelap
1. Penyelamat Keluarga: Nadia memimpin perjuangan ketika adiknya, Nala, diculik karena memiliki "darah yang cocok" untuk ritual kebangkitan Pocong Merah.
2. Menghadapi Ancaman Ganda: Ia tidak hanya menghadapi teror Pocong Merah yang muncul, tetapi juga terlibat dalam pertarungan fisik dan spiritual dengan Aryo (Yogi Werner), sang dalang yang berniat membangkitkan ibunya untuk hidup kembali.
Adinda Halona menampilkan sosok pahlawan modern yang realistis, menjadikan Nadia kunci untuk menghentikan niat jahat Aryo dan lolos dari dendam abadi Pocong Merah.
AHMAD PULE SEBAGAI JOKO: Garis Pertahanan Terakhir Melawan Dendam Abadi 'POCONG MERAH'
Aktor muda Ahmad Pule memerankan Joko, karakter kunci yang menjadi jantung perlawanan terhadap teror di film "POCONG MERAH". Joko adalah pemuda lokal yang tak terduga menjadi harapan terakhir untuk menghentikan kutukan abadi di desa Kaliboyong.
Konflik Terberat: Melawan Darah Daging Sendiri
• Figur Kunci: Joko bahu-membahu bersama Nadia dan Pak Ustad untuk mencari Nala, adik Nadia, yang diculik untuk ritual gelap.
• Konflik Internal: Peran Joko menjadi sangat krusial karena ia harus menghadapi kenyataan bahwa dalang di balik teror dan ritual kebangkitan Pocong Merah adalah kakaknya sendiri, Aryo.
• Keputusan Heroik: Joko, yang menentang rencana Aryo untuk menghidupkan kembali ibu mereka melalui ritual keji, mengambil keputusan berani untuk menggagalkan niat Aryo bahkan jika itu berarti harus bertarung melawan saudara kandungnya sendiri.
Aksi heroik Joko dalam upaya menghentikan kebangkitan Pocong Merah menjadi titik fokus yang menjanjikan adegan penuh ketegangan, di mana pertempuran antara cinta keluarga dan kutukan abadi akan memuncak.
YOGI WERNER SEBAGAI ARYO: Sang Dalang Kegelapan di 'POCONG MERAH'
Aktor berbakat Yogi Werner memerankan Aryo, sosok antagonis sentral dan dalang utama di balik teror mencekam "POCONG MERAH".
Aryo adalah kakak kandung dari Joko (Ahmad Pule) yang memilih jalan gelap. Karakternya didorong oleh satu obsesi: membangkitkan kembali ibunya untuk hidup melalui ritual Pocong Merah.
Konflik Kunci:
• Dalang Teror: Aryo adalah perencana utama yang menjalankan teror Pocong Merah di Desa Kaliboyong.
• Pertarungan Darah: Konfliknya memuncak menjadi pertarungan epik melawan adiknya, Joko, dan Nadia, yang berusaha menggagalkan ambisi gilanya.
Penampilan Yogi Werner menjanjikan karakter yang kompleks dan gelap, menjadi titik ledak ketegangan dalam film ini.
PROFIL SUTRADARA: HENDRA LEE—Dari Teknisi Lapangan ke Nahkoda Horor Layar Lebar
Hendra Lee hadir sebagai sutradara debutan layar lebar "POCONG MERAH" dengan latar belakang karier yang unik dan matang di industri film dan televisi Indonesia.
Spesialisasi dan Filosofi
• Filosofi Kuat: Lee membawa filosofi bahwa film sukses harus mengandung Rasa, Isi, Kunci, dan Pelajaran Positif yang sampai ke penonton.
• Spesialis Aksi: Selain drama, Lee memiliki keahlian langka sebagai Action Director (Avisa Putri Samudra, Putri Duyung Dan 1001 Keajaiban) dan pengalaman sebagai Stuntman/Stunt Double.
Pengalaman Mendalam di Balik Layar
Sebelum duduk di kursi sutradara, Lee telah menguasai berbagai posisi kunci:
• Teknis Detail: Sebagai Pencatat Adegan (Script Supervisor) di Verona Pictures (Bawang Putih Berkulit Merah).
• Manajerial Produksi: Sebagai Asisten Sutradara di Sinemart untuk serial panjang (Saleha, Takdir Cinta yang Kupilih).
Seluruh pengalaman teknis dan kreatif ini kini memimpin "POCONG MERAH"—sebuah film adaptasi kisah nyata di Tanah Jawa—yang dipastikan akan menyajikan kualitas horor terbaik dan berkesan di bawah arahan Hendra Lee.
ENDJAH PRABOE: Pengawal Visi Kreatif Horor "POCONG MERAH"
Endjah Praboe memegang peran krusial sebagai Produser Kreatif di balik film horor Checklist Cinema, "POCONG MERAH".
Kontribusi Kunci :
• Pengawal Visi Kreatif: Bertanggung jawab memastikan semua elemen artistik dan teknis—mulai dari naskah, sinematografi, hingga tata suara—selaras dengan visi Sutradara Hendra Lee, demi menyajikan kualitas horor terbaik.
• Latar Belakang Kuat: Membawa pengalaman solid dari industri film, termasuk sebagai Penyunting Gambar (Editor) untuk film layar lebar seperti Bangun Lagi Dong Lupus dan Tanah Surga... Katanya.
• Komitmen Kualitas: Kehadirannya menjamin keseriusan Checklist Cinema dalam menghadirkan film horor yang digarap matang, menjadikannya salah satu teror yang paling ditunggu di tahun 2025-2026.
ROBBY SAPUTRA: Eksekutif Produser Penanggung Jawab 'POCONG MERAH'
Robby Saputra menjabat sebagai Eksekutif Produser film horor "POCONG MERAH" dari Checklist Cinema.
Peran Kunci :
• Penggerak Proyek: Bertanggung jawab penuh atas aspek finansial dan strategi bisnis film, memastikan produksi berjalan lancar.
• Visi Ambitius: Robby Saputra memimpin upaya untuk mengangkat legenda asli Pocong Merah ke layar lebar, dengan tujuan menjadikannya ikon horor baru yang siap meneror bioskop nasional.
Kepemimpinannya menjamin bahwa "Pocong Merah" memiliki fondasi yang kuat untuk menyajikan teror sinematik berkualitas
.
LOKASI MEWAH DAN MENCEKAM: "POCONG MERAH" Menggali Aura Mistis di Curug Cipendok dan Hutan Pinus Sawangan, Ajibarang
CHECKLIST CINEMA memilih lokasi syuting yang eksotis dan penuh misteri untuk film horor terbarunya, "POCONG MERAH". Proses produksi film garapan Sutradara Hendra Lee ini mengambil latar utama di daerah Ajibarang, Jawa Tengah, memanfaatkan keindahan alam yang masih asri namun menyimpan aura mencekam.
Pemilihan lokasi di Kabupaten Banyumas ini bukan tanpa alasan, tim produksi berambisi untuk menghadirkan visual horor yang otentik dan memadukannya dengan panorama alam yang megah.
1. Curug Cipendok, Banyumas: Keindahan yang Menyimpan Rahasia
Salah satu lokasi kunci dalam pengambilan gambar adalah kawasan Curug Cipendok di Banyumas. Air terjun yang terkenal dengan keindahan dan kesejukannya ini akan menjadi saksi bisu adegan-adegan penting dalam film.
•> Penggunaan lokasi Curug Cipendok diharapkan memberikan kontras visual yang kuat—antara keindahan alam yang menenangkan dan teror Pocong Merah yang brutal.
•> Air terjun yang dikelilingi hutan lebat ini memberikan suasana terpencil dan misterius, sangat mendukung latar cerita di Desa Kaliboyong yang menjadi sarang dendam Katiyem.
2. Hutan Pinus Sawangan: Kedalaman dan Ketegangan Visual
Lokasi syuting kedua yang tak kalah penting adalah Hutan Pinus di Desa Sawangan, Ajibarang. Hutan pinus selalu identik dengan suasana yang sunyi, gelap, dan mengundang ketegangan, sangat ideal untuk adegan-adegan thriller dan pengejaran.
•> Deretan pohon pinus yang menjulang tinggi memberikan latar sinematik yang dramatis, menambah kedalaman visual untuk film horor.
•> Tim produksi memanfaatkan pencahayaan alami dan setting hutan untuk membangun atmosfer horor psikologis yang mendominasi film.
---------------------------------------------------------------
TANTANGAN UNIK
1. MENYINGKAP LEGENDA ASLI DAN BERDARAH
Film ini diangkat dari kisah nyata dan legenda asli di Tanah Jawa, yaitu tentang dukun santet Katiyem yang bangkit menjadi Pocong Merah setelah kematian tragisnya. Tantangan terbesar tim produksi adalah memikul beban untuk menyajikan ikon horor baru ini secara brutal dan seotentik mungkin, sesuai dengan mitos yang beredar.
2. SYUTING DI LOKASI BERENERGI MISTIS NYATA
Tim produksi sengaja memilih rumah tua sebagai latar kediaman dukun, yang secara kebetulan ternyata memang menyimpan energi mistis asli (horor nyata). Kru dan pemeran menghadapi gangguan-gangguan supernatural yang nyata sepanjang proses syuting. Hal ini memaksa tim untuk menerapkan prosedur pengamanan spiritual ekstra, sekaligus membuktikan bahwa horor yang terekam di layar "Pocong Merah" adalah horor yang sesungguhnya.
FUN FACT DI BALIK LAYAR "POCONG MERAH": Sutradara Sekaligus Stuntman, Hingga Ritual Bunga Melati!
Produksi film horor "POCONG MERAH" dari Checklist Cinema dipenuhi fakta-fakta unik yang menunjukkan totalitas tim dalam menghadirkan teror yang autentik:
1. Sutradara Merangkap Stuntman Sendiri
Sutradara Hendra Lee menunjukkan totalitasnya. Karena memiliki latar belakang sebagai Mantan Action Director dan Stuntman, Hendra Lee melakukan sendiri adegan stuntman tertentu di lokasi. Keahlian ini menjamin adegan pertarungan dan aksi di film memiliki koreografi yang maksimal dan real di mata penonton.
2. Bos Bakso Gede Rasa Jadi Algojo Berwajah Seram
Sosok Anwar Taryadi, pemilik kuliner legendaris Bakso Gede Rasa yang juga menjadi sponsor film, tidak hanya berpartisipasi di sisi bisnis. Karena dinilai memiliki "wajah yang agak serem" dan postur yang gagah, Anwar Taryadi diminta langsung oleh tim produksi untuk memerankan karakter Algojo—sosok yang mengeksekusi Pocong Merah di masa lalu.
3. Ritual Bunga Melati Sang Pocong Merah
Sri Laksmi, pemeran karakter utama Katiyem (Sang Pocong Merah), memiliki ritual unik sebelum berakting. Untuk mendalami karakternya sebagai arwah dukun santet yang sakti dan ganas, Sri Laksmi selalu memakan bunga Melati dan Kanthil sebelum pengambilan adegan. Ritual ini dilakukan sebagai bagian dari totalitas untuk menghadirkan aura mistis yang sesungguhnya ke layar lebar.
KUTIPAN SUTRADARA HENDRA LEE: Pesan Inspiratif di Balik Debut 'POCONG MERAH'
Menjelang perilisan film debut layar lebarnya, Sutradara Hendra Lee menyampaikan pesan yang jujur dan inspiratif mengenai proses produksi "POCONG MERAH" serta ambisinya bagi perfilman Indonesia:
"Saya harus mengakui, 'Pocong Merah' bukan film yang sempurna; pasti akan ada beberapa kekurangan di dalamnya. Tapi, film ini adalah tangga yang harus saya lewati."
"Menurut saya, waktu adalah sesuatu yang paling menakutkan dalam dunia ini. Bayangkan jika kita tidak bergerak atau melakukan aksi. Saya dan tim membuat film 'Pocong Merah' ini juga ingin menginspirasi anak muda untuk harus berani memulai karyanya, daripada berdiam diri memikirkan kekurangan kita. Kita harus melangkah, dan berkarya!"
Kutipan ini menunjukkan semangat keberanian dan ajakan untuk beraksi yang menjadi filosofi Hendra Lee, membuktikan bahwa debut "Pocong Merah" adalah langkah besar yang penuh makna.
ROADSHOW "POCONG MERAH": Siap Meneror 6 Kota Besar Jawa dan Sumatera!
CHECKLIST CINEMA mengumumkan rencana roadshow promosi film "POCONG MERAH" yang ambisius sebagai bagian dari kampanye perilisan nasional di 100+ bioskop.
Tim produksi dan jajaran pemain utama film horor adaptasi kisah nyata dari Tanah Jawa ini akan menyapa langsung penggemar, siap membawa ketegangan dan energi mistis Pocong Merah ke enam (6) kota besar:
••> Target Kota Roadshow Utama:
1. JAKARTA (Ibu Kota)
2. BOGOR (Jawa Barat)
3. BANYUMAS (Jawa Tengah, dekat lokasi syuting utama)
4. YOGYAKARTA (Pusat Kebudayaan Jawa dan lokasi legenda Kali Boyong)
5. PEKANBARU (Sumatera)
6. SURABAYA (Jawa Timur)
Roadshow ini akan mencakup berbagai kegiatan, mulai dari Meet & Greet, Promosi Eksklusif di Bioskop, hingga acara "Haunted Booth Experience" (jika ada kolaborasi sponsor). Rencana tour yang luas ini menunjukkan keseriusan Checklist Cinema dalam menjangkau audiens secara nasional, memperkuat posisi "POCONG MERAH" sebagai salah satu film horor paling dinantikan.
Komentar
Posting Komentar